Sabtu, 18 Februari 2023

Donny Karsont, S.H, Aktivis, Pengusaha Muda Minangkabau


Padangpanjang- Di Indonesia, ada banyak pengusaha yang berhasil menjalankan bisnis di usianya yang masih terbilang muda. Dengan usaha, kerja keras, pantang menyerah, keuletan, serta tekad yang kuat, menjadi beberapa faktor yang membuat para pengusaha muda ini mencapai kesuksesan.

Seperti halnya putra daerah asal Nagari Batu Tebal, Kecamatan Batipuh Selatan,Kabupaten Tanah Datar, Donny Karsont, SH yang kini sukses menjadi pengusaha muda. Pria kelahiran Bukittinggi, pada 17 Januari 1987 ini sukses mengembangkan bisnisnya dibidang telekomunikasi. Perjalanan usahanya dimulai saat kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini masih aktif sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UM Sumbar).

Owner PT. Jaya Group Indonesia ini, menceritakannya bahwa awal mula usahanya ia rintis sebagai penjual pulsa dan kartu perdana di pasar Padangpanjang. Pria yang saat ini diamanahkan gelar Datuak Bijo Angso Nan Tinggi, suku Guci Nagari Batipuh ini melihat peluang yang menjanjikan dari usaha kecil-kecilannya tersebut. Dikatakannya bahwa saat itu belum banyak orang yang menjual pulsa, sementara penggunaan Hand Phone semakin lama semakin marak dikalangan masyarakat.

" Tahun 2014, belum banyak yang menjual pulsa, waktu itu android belum ada. Masyarakat hanya menggunakan HP biasa. Saya membuka usaha menjual pulsa, dan kartu perdana. Awal-awal berdiri saya menyewa petak kecil toko, ukuran 2x2 meter. Namanya usaha kecil-kecilan Saat itu belum ada brand yang bekerjasama dengan kita. Baru setahun kemudian perkembangan penjualan kita begitu pesat, sehingga menarik perhatian brand. Nah, pada saat itulah untuk pertamakalinya kita bekerjasama dengan salah satu perusahaan operator penyedia kartu dan pulsa," katanya saat ditemui di ruang kerjanya. Rabu(08/02).

Dilanjutkannya bahwa usaha menjual pulsa dan kartu perdana hanya bertahan selama 2 tahun, karena pada saat itu sudah berjamuran pula orang-orang membuka usaha yang sama. Pada saat itulah ia kembali memikirkan untuk mengembangkan usahanya sebagai penjual Hand Phone. Berkat dorongan dari kedua orang tuanya, setahun kemudian Donny Karsont mampu mewujudkan idenya mengembangkan usaha tidak hanya sebagai penjual pulsa dan kartu perdana tapi juga dilengkapi dengan menjual hand phone berbagai jenis merek dan tipe.

Donny Karsont mengaku bahwa untuk sampai pada titik ini, ia kerap mendapatkan ujian, sandungan dan juga berbagai masalah dalam menjalankan usahanya. Beruntungnya anak pertama dari pasangan Karsont, SH,. MH dan Asmawati Kamal ini telah mendapatkan tempaan selama menjabat sebagai Pimpinan Komisariat Muadz Bin Jabal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Kota Bukittinggi, jadi permasalahan yang ia hadapi selama merintis usaha tersebut dapat ia lalui dengan baik.

"Proses selama berorganisasi membuat saya mampu melewati setiap ujian yang diberikan pada saya saat merintis usaha ini. Saya benar-benar bersyukur dan berterimakasih sekali telah dikader dengan baik selama di Muhammadiyah. Juga yang paling utama sekali adalah doa orang tua yang kekuatannya melebihi kekuatan apapun di dunia ini," katanya.

Tujuh tahun lamanya perjuangan yang penuh rintangan dan tantangan tersebut kata Donny Karsont ia lalui dengan kesungguhan dan kebulatan tekadnya. Dalam membangun usaha tersebut, Donny Karsont memiliki sebuah prinsip bahwa apapun usahanya jika ditekuni dengan baik pasti menghasilkan kebaikan juga, yang terpenting adalah ridho orang tua.

Disamping itu sikap profesional dengan situasi kerja yang produktif, serta menyantuni bagi mereka yang membutuhkan menjadi jalan bagi dia dan keluarga dapat mewujudkan usaha yang kecil tersebut semakin lama semakin berkembang menjadi sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar di Sumatra Barat. Puncaknya adalah ketika ia sebagai Owner PT. Jaya Group Indonesia dinobatkan  menjadi salah satu dari 10 Pengusaha Muda Sumatra Barat tahun 2020 oleh PT Word Inovatif.

Saat ini gerai Hand Phone dari PT Jaya Group Indonesia miliknya telah berhasil didirikan sebanyak 25 gerai yang tersebar di Sumatra Barat, Riau, dan Bengkulu.

http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/10055.

 http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/10055.

Rabu, 28 Oktober 2020

Penambang Kapur Bukit Tui: Realitas Kemiskinan Padangpanjang


Padangpanjang, 28 Oktober 2020

Kemiskinan merupakan fenomena kehidupan manusia, yang pada umumnya menggambarkan ketidakmampuan manusia untuk memenuhi kebutuhan dasar, biasanya kemiskinan identik dengan kelaparan, ketidakmampuan mengendalikan sumberdaya yang ada.

Kemiskinan berkaitan dengan situasi “powerlessness” yang mengakibatkan ketidakmampuan atau ketidakberdayaan orang atau sekelompok orang untuk melindungi dirinya sendiri, sehingga mereka rentan terhadap goncangan, kekerasan, kriminalitas parahnya lagi mereka mau melakukan apa saja demi memenuhi kebutuhan hidup mereka.


Pasal 34 Ayat 1 dalam Undang-Undang Dasar tahun 1945 berbunyi " Fakir Miskin dan Anak Telantar dipelihara oleh negara"

Mestinya undang-undang tersebut menjadi acuan bagi pemerintah kota Padangpanjang dalam penangan fakir miskin di daerahnya.

Salah satu fenomena kemiskinan dikota Padangpanjang adalah para penambang batu kapur di Bukit tui.

Gambaran riil dilapangan terlihat jelas bahwa terdapat ketimpangan sosial yang terjadi ketika melihat ibu-ibu juga ikut dalam pekerjaan yang sebetulnya dikerjakan oleh laki-laki.


Memang ini tidaklah semudah apa yang dicita-citakan bersama namun perlu juga disadari bahwa dalam program kejayaan kota Padangpanjang mestinya pemerintah lebih melek melihat kenyataan dilapangan. Jangan sampai hal mulia yang dicita-citakan justru menjadi bumerang tatkala realita dilapangan tidak sesuai ekspektasi pemerintahan.

Sebetulnya jika pemerintah mau memberikan sedikit perhatiannya terhadap penambang batu kapur banyak hal yang bisa dilakukan agar para penambang batu kapur bisa merasakan kejayaan yang dulu pernah mereka raih. Contohnya pemerintah membuat UPTD terkait jual beli kapur. Sehingga harga kapur bisa stabil dan perputaran ekonomi dibelantaran tambang kapur tetap berjalan dengan baik. Jika hal itu terjadi peningkatan ekonomi masyarakat akan terjadi dengan sendirinya.


Realitas kemiskinan di penambang batu kapur hanya salah satu kebobrokan sistem penanggulangi kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintahan. Belum lagi jika melihat fenomena ojek perempuan dipangkalan-pangkalan, pengangguran serta anak jalanan. Semua itu merupakan permasalahan ekonomi yang selama ini terus bergulir apalagi dimasa pandemi seperti ini.


Kemiskinan merupakan fenomena multidimensional, berwajah majemuk, berubah dari waktu ke waktu, berpindah-pindah tempat dan dapat dijelaskan dengan berbagai cara.


Apabila kita mau melihat apa dan bagaimana kemiskinan itu, kita perlu memahami dan mencermati sejumlah indikator yang menggambarkan kemiskinan atau kita dapat mendengarkan suara-suara dari orang miskin (listen to the voice of the poor).


Untuk mengetahui dan menetapkan bantuan atau berbagai macam program kegiatan yang diperlukan dalam menanggulangi masalah kemiskinan, apa yang harus dan apa yang sebaliknya tidak dilakukan, apa dan bagaimana perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat dari waktu ke waktu, terlebih dahulu perlu untuk mendefinisikan kemiskinan, membuat ukuran-ukuran atau tolok ukur serta melakukan kajian mendalam tentang kemiskinan yang terjadi.


Semoga disisa waktu yang masih ada pemerintahan kota terus mengupayakan program-program terbaik dalam mengentaskan kemiskinan di kota Padangpanjang. Sehingga ada momen penting yang ditinggalkan untuk kota Padangpanjang demi kejayaan yang selama ini digembar-gemborkan.

Jangan sampai pemerintahan saat ini terbuai tepuk tangan masyarakat untuk hal-hal yang sebetulnya tidak penting untuk dilakukan saat ekonomi masih menjadi permasalahan dikota ini apalagi dimasa pandemi belum berakhir.


Semoga!


Penulis Januar Efendi (Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Litbang Karang Taruna Kota Padangpanjang)

Minggu, 10 April 2016




PP Muhammadiyah, PP Aisyiyah, PP PM, GUBERNUR SUMBAR, ketua DPRD SUMBAR, BUPATI TANAH DATAR, PWM, PWA, PWPM SUMBAR, PDM, Ortom SE SUMBAR dan 2500 warga muhammadiyah se sumbar, padati gedung nasional batusangkar 10 april 2016




KEBERSAMAAN KAKANDA KETUA FOKAL IMM SUMBAR (IRDINANSYAH TARMIZI) DENGAN KETUA UMUM DPD IMM SUMBAR (ILHAM NUR SHODIQ) DI RUMAH DINAS BUPATI TANAH DATAR


Jumat, 08 April 2016

SELAMAT & SUKSES 
Pengukuhan-Pelantikan bersama PWM, PWA, PWPM SUMATERA BARAT

"Proses Musyawarah ditingkat Wilayah Sumatera Barat telah selesai dilaksanakan beberapa bulan yang lalu dalam persyarikatan Muhammadiyah, Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah. Musyawarah Tingkat Wilayah ini adalah untuk menentukan kader terbaik Sumbar memimpin dan mengemban amanah umat dalam persyarikan ini selama 5 tahun kedepan. ayahanda Dr. Syofwan Karim Elha,MA Nahkoda Muhammadiyah Sumbar, Ibunda Dra.Hj.Meiliani Rusli Nahkodai Aisyiyah Sumbar dan Kakanda Muhayatul pimpin Pemuda Muhammadiyah Sumbar.

keberlangsungan Permusyawatan yang alot dalam menetapkan Kader Terbaik untuk memimpin dimasing-masing Pimpinan pada tingkat wilayah ini dan telah memutuskan kader terbaik memimpinnya, maka Pimpinan Pusat Masing-masing  mengeluarkan Surat Keputusan (SK). Dengan demikian tibalah saatnya bagi Pimpinan yang telah di tetapkan oleh PP tersebut untuk pelaksanaan pengukuhan/pelantikan.

Pengukuhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah  serta Pelantikan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat akan dilaksanakan bersama pada 10 April 2016 di Gedung Nasional Batusangkar. kami dari Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Barat mengucapkan SELAMAT DAN SUKSES kepada Ayahanda, Ibunda, dan Kakanda atas pengukuhan/pelantikan bersama ini. mudah-mudahan pengukuhan/pelantikan bersama ini merupakan Representasi dari kebersamaan dan kebangkitan Persyarikatan Muhammadiyah di SUMATERA BARAT kedepannya". ujar ILHAM NUR SHODIQ (Ketua Umum DPD IMM SUMBAR) kepada Kabid Media dan Komunikasi DPD IMM SUMBAR

Rabu, 16 Maret 2016

TURUN KE 2 CABANG,,DPD IMM SUMBAR SIAP JAYAKAN IMM SUMBAR


CABANG PESISIR SELATAN
CABANG PAYAKUMBUH/50 KOTA

SALAM SUKSES